January 30, 2023

Aksi Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) terjun langsung membantu pengungsi erupsi Gunung Semeru menjadi sorotan. Dalam video yang diunggah di channel Youtube Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terlihat Indah Amperawati menggendong bayi. Peristiwa terjadi saat Bunda Indah mengecek satu pos pengungsian.

Saat itu Indah mendapat pengaduan terkait kondisi bayi korban erupsi Gunung Semeru. Belum diketahui secara pasti masalah kesehatan apa yang dialami bayi tersebut. Namun, Indah seraya menawarkan bantuan untuk membawa bayi tersebut ke Puskesmas terdekat.

Indah bahkan langsung menggendong si bayi dan membawanya masuk ke mobil. Sesampainya di Puskesmas, Indah masih menunggui petugas Puskesmas memeriksa kondisi bayi tersebut. Sementara itu, melansir dari laman lumajangkab.go.id, Pemkab Lumajang menyiapkan logistik bagi para masyarakat yang melakukan evakuasi diri, pasca terjadinya Awan Panas Guguran (APG) Gungung Semeru yang terjadi pada pagi hari tadi.

"Logistik sudah siap, siang ini kita siapkan nasi bungkus untuk mereka," ujar Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) saat dikonfirmasi di Pantau di Pos Pantau Gunung Sawur, Minggu (4/12/2022). Bunda Indah menjelaskan, bahwa warga di zona merah seperti Desa Supiturang, Pronojiwo dan Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh, Candipuro melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman seperti sekolah dan masjid. "Masyarakat di Kajar Kuning, Supit Urang, dan sebagian di Curah Kobokan, segala aktivitas dari shubuh tadi sudah tidak boleh aktifitas apapun, termasuk aktivitas pertambangan.

Meskipun dinyatakan aman saya minta tidak ada aktivitas penambangan sepanjang aliran bondeli supaya menjaga kalau ada sesuatu mendadak, truk tidak mengganggu jalannya evakuasi," ujarnya. Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang mencatat masyarakat Desa Supiurang mengevakuasi diri di beberapa titik yakni SD Supiturang 04, SMP 2 Pronojiwo, Baldes Oro oro ombo dan Masjid Supiturang. Sedangkan warga Kajar Kuning sebagian mengevakuasi diri ke Pos Pantau Gunung Sawur. Untuk memastikan keselamatan warganya, Wabup Lumajanh meminta, agar sementara pengungsi menunggu arahan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pantau Gunung Sawur.

"Kita menunggu info pos pantau terlebih dahulu, kalau dinyatakan tidak ada lagi APG yang ditimbulkan oleh gunung Semeru maka bisa kita tindaklanjuti untuk ke rumah masing masing, tetapi kalau belum aman kita harapkan mereka tetap berada di tempat evakuasi yang sudah disiapkan," pungkasnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengumumkan update jumlah korban erupsi Gunung Semeru yang telah mengungsi. Melansir dari laman bpnpg.go.id, jumlah korban erupsi Gunung Semeru yang kini mengungsi ada sekitar 1979 jiwa.

Para korban kini tersebar di 11 titik pengungsian. BNPB merinci 11 titik pengungsian itu meliputi; 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo. Sementara itu, wilayah yang terdampak APG Gunungapi Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi. Sebanyak 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis dan 4.000 masker anak telah dibagikan untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.

Sementara itu pendirian dapur umum sedang dalam proses oleh PMI dan Dinas Sosial. Sebanyak ratusan warga dari beberapa desa terdampak erupsi Gunung Semeru mengungsi di Balai Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Minggu (4/12/2022). Salah satu warga Desa Sumberwuluh, Fatini (40) mengaku begitu panik saat erupsi Semeru melanda sekitar pukul 02.40 dini hari.

Fatini pun segera bergegas menuju tempat aman bersama warga yang lain. "Langsung menuju tempat paling aman kemudian bersama sama menyelematkan diri," ujar Fatini ketika ditemui di lokasi pengungsian. Fatini mengaku trauma dengan peristiwa erupsi yang kembali terjadi setelah sebelumnya terjadi pada Desember 2021.

"Ketika dengar kabar ada erupsi langsung tidak bisa mikir apa apa, pokoknya selamat saja. Saya hanya membawa dompet dan langsung mengajak suami dan 2 anak saya menyelamatkan diri," bebernya. Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menegaskan akan memberlakukan status tanggap darurat selama 14 hari. "Kami masih berfokus pada penanganan bencana. Pendirian dapur umum juga sedang didirkan di sejumlah titik termasuk Desa Penanggal ini," ungkap Thoriq.

Thoriq mengatakan pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak. "Saya mau ke Kajar Kuning sebentar lagi," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *